Parceiros

Estatisticas do Site

PUBLICIDADE

Blog Archive

Super Ofertas

Diberdayakan oleh Blogger.

Pedidos

Sejarah Pabrik Sari Nabati Panjer Kebumen


Bangunan utama Mexolie Sari Nabati, Panjer Kebumen
Bangunan utama Mexolie Sari Nabati, Panjer Kebumen
Pabrik Sarinabati Kebumen didirikan pada tahun 1851 dengan nama awal NV. Oliefabrieken Insulinde Amsterdam – Kediri – Blitar – Keboemen, yang kemudian berubah menjadi Mexolie, berubah lagi menjadi Nabatiasa dan berubah lagi menjadi  Sari Nabati. Hal ini didukung dengan bukti berupa tulisan angka tahun yang dahulu terdapat di salah satu dinding perumahan utama (sebelah utara); sayang tulisan ini sudah tidak didapati lagi
Bukti lain adalah foto keadaan lapangan didepan pabrik  dimana belum terdapat rel kereta api. Sedangkan sejarah rel kereta api pertama di pulau Jawa  adalah sebagai berikut:
Dalam data wikipedia tentang Sejarah perkeretaapian di Indonesia disebutkan bahwa:
Jaringan setelah tahun 1875 hingga tahun 1888
Pembangunan Tahap I terjadi tahun 1876-1888. Awal pembangunan rel adalah 1876, berupa jaringan pertama di Hindia Belanda, antara Tanggung dan Gudang di Semarang pada tahun 1876, sepanjang 26 km. Setelah itu mulai dibangun lintas Semarang – Gudang. Pada tahun 1880 dibangun lintas Batavia (Jakarta) – Buitenzorg (Bogor) sepanjang 59 km, kemudian dilanjutkan ke Cicalengka melalui Cicurug – Sukabumi – Cibeber – Cianjur – Bandung. Pada tahun 1877 dibangun lintas Kediri – Blitar, dan digabungkan dengan lintas Surabaya – Cilacap lewat Kertosono – Madiun – Solo, dan juga lintas Jogya – Magelang.
Hingga tahun 1888 jaringan rel terbangun adalah:
  1. Batavia – Buittenzorg – Sukabumi – Bandung – Cicalengka
  2. Batavia – Tanjung Priok dan Batavia – Bekasi
  3. Cilacap – Kutoarjo – Yogya – Solo – Madiun – Sidoarjo – Surabaya
  4. Kertosono – Kediri – Blitar
  5. Sidoarjo – Malang dan Bangil – Pasuruan – Probolinggo
  6. Solo – Purwodadi – Semarang dan Semarang – Rembang
  7.  Tegal – Balapulang
Iklan NV.Oliefrieken Insulinde, muncul di halaman 7 koran berbahasa Belanda "HET NIEUWS VAN DEN DAG VOOR NEDERLANDSCH-INDIĂ‹." terbitan Kebon Sirih, Sabtu 17 April 1915
Iklan NV.Oliefrieken Insulinde, muncul di halaman 7 koran berbahasa Belanda “HET NIEUWS VAN DEN DAG VOOR NEDERLANDSCH-INDIĂ‹.” terbitan Kebon Sirih, Sabtu 17 April 1915, dengan slogan “Grootste Oliefabrikanten in den Archipel” (Produsen Minyak Terbesar di Nusantara).

Disebutkan juga dalam website Photographs, Colonial Legacy and Museums in Contemporary European Culture (photoClec) dalam artikel yang berjudul Kettles of Cochran
Sejak awal abad ke-19 koloni Hindia Belanda didekati oleh Belanda sebagai koloni untuk exploitation, untuk dikembangkan secara ekonomi untuk kepentingan negara. Menjelajahi dan kemudian mengembangkan pulau-pulau Indonesia berasal dari dorongan untuk mengeksploitasi kekayaan negara dalam hal sumber daya alam dan barang-barang budaya. Pada awal abad 20 kebijakan etis yang menguntungkan tersebut dilaksanakan. Ini ditujukan untuk pembangunan negara kolonial modern, yang menguntungkan penduduk lokal dibidang pendidikan, kesehatan dan peningkatan infrastruktur. Sebelum 1870, semua pertukaran komersial skala besar antara koloni dan ibu negara dieksekusi di bawah pengawasan pemerintah. Setelah itu, koloni dibuka untuk pengusaha swasta. (saat inilah terjadi perubahan dari NV. Oliefabrieken Insulinde menjadi Mexolie)
Salah satu perusahaan tersebut adalah minyak kelapa pabrik NV Oliefabriek Insulinde, memproduksi minyak nabati untuk konsumsi manusia. ‘Orang dengan KETTLES’ mengacu pada pembangunan ekonomi yang menandai hubungan antara penjajah dan terjajah. Foto itu dapat dibaca sebagai metafora: seorang pekerja lokal dengan dua mesin Asing yang besar yang terus mengisi bahan bakar di Pabrik Minyak Insulinde Kebumen, Jawa. Iconic serta beberapa aspek dalam foto ini menunjukkan keterkaitan antara Eropa dan Indonesia.


Peristiwa sejarah yang terjadi di Sari Nabati menjelang dan sesudah kemerdekaan:
  1. Pada jaman Jepang, Sari Nabati menjadi markas Kempetai
  2. Pada masa kemerdekaan hingga peristiwa  Agresi Militer Belanda II, Sari Nabati menjadi markas  Batalyon III/64 Resimen Moekahar/ Resimen XX/Kedu Selatan.
  3. Pada tanggal 19 Desember 1948, terjadi aksi bumi hangus Sari Nabati dipimpin oleh Soewarno dari barisan Pemuda Minyak, guna menghalangi laju Belanda menuju Yogyakarta, akan tetapi aksi ini gagal dikarenakan kekuatan Belanda yang sangat besar dari Gombong dan menyebabkan tertangkapnya 2 anggota TNI Korps AL Cilacap pimpinan Kol. Wagiman dan 2 Barisan Pemuda Minyak, selanjutnya ke-4 orang tersebut ditembak mati di lapangan tenis Sari Nabati.
  4. Peristiwa pemberontakan AOI Somalangu pada tanggal 14 Mei 1950 pukul 05.30WIB, meletus di areal Sari Nabati yang saat itu telah menjadi Markas TNI Kompi I pimpinan Soedarsono Bismo. Pemberontakan tersebut tidak berhasil membobol pertahanan TNI di Sari Nabati.
Sumber :
Buku Gelegar di Bagelen
Minggu Legi, 6 April 2013
Oleh: Ravie Ananda
Ravie Ananda
"Fakta dan data sejarah akan datang seiring pudarnya sejarah itu sendiri, karena pada hakikatnya sejarah adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa dipungkiri sebagai pohon semesta yang kokoh berakar. Alam memiliki mekanisme ajaib dalam memunculkan kebenaran seperti juga masa depan yang menunjukkan jalannya sendiri" - Ravie Ananda

About admin

Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.

1 komentar:


Top